Jakarta – Harga emas yang dijual di Pegadaian pada Minggu pagi (28/3/2026) menunjukkan tren penguatan dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini tercermin pada harga jual emas dari berbagai produsen, termasuk UBS, Antam, dan Galeri24. Data yang dihimpun dari laman resmi Sahabat Pegadaian menunjukkan, kenaikan harga bervariasi tergantung pada merek dan ukuran emas yang ditawarkan.
Detail Kenaikan Harga Emas di Pegadaian
Secara rinci, harga emas UBS tercatat naik menjadi Rp2.832.000 per gram, sementara Galeri24 berada di angka Rp2.818.000 per gram. Emas Antam, yang dikenal sebagai salah satu produk investasi paling populer di Indonesia, dihargai Rp2.937.000 per gram. Sebagai perbandingan, pada Sabtu (27/3), harga emas UBS adalah Rp2.819.000, Galeri24 Rp2.806.000, dan Antam Rp2.909.000 per gram.
Perlu dicatat bahwa harga jual emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti dinamika pasar global dan faktor-faktor ekonomi lainnya. Pegadaian menawarkan berbagai pilihan emas, mulai dari ukuran kecil seperti 0,5 gram hingga ukuran besar mencapai 1 kilogram untuk Galeri24, dan 500 gram untuk UBS. Sementara itu, Antam tersedia dalam ukuran 0,5 hingga 100 gram.
Berikut adalah daftar lengkap harga emas dari masing-masing produk di Pegadaian pada Minggu pagi:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.479.000
- 1 gram: Rp2.818.000
- 2 gram: Rp5.569.000
- 5 gram: Rp13.821.000
- 10 gram: Rp27.567.000
- 25 gram: Rp68.545.000
- 50 gram: Rp136.983.000
- 100 gram: Rp273.829.000
- 250 gram: Rp682.891.000
- 500 gram: Rp1.365.781.000
- 1.000 gram: Rp2.731.562.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.521.000
- 1 gram: Rp2.937.000
- 2 gram: Rp5.811.000
- 3 gram: Rp8.690.000
- 5 gram: Rp14.449.000
- 10 gram: Rp28.841.000
- 25 gram: Rp71.971.000
- 50 gram: Rp143.860.000
- 100 gram: Rp287.639.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.531.000
- 1 gram: Rp2.832.000
- 2 gram: Rp5.621.000
- 5 gram: Rp13.887.000
- 10 gram: Rp27.628.000
- 25 gram: Rp68.935.000
- 50 gram: Rp137.587.000
- 100 gram: Rp275.066.000
- 250 gram: Rp687.462.000
- 500 gram: Rp1.373.310.000
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Beberapa faktor diperkirakan menjadi pendorong kenaikan harga emas pada akhir pekan ini. Pertama, sentimen pasar global yang cenderung risk-off, di mana investor mencari aset yang lebih aman (safe haven) seperti emas di tengah ketidakpastian ekonomi. Kedua, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) juga dapat mempengaruhi harga emas lokal. Ketika Rupiah melemah, harga emas dalam Rupiah cenderung meningkat. Ketiga, permintaan fisik emas yang stabil dari masyarakat Indonesia, baik untuk investasi maupun perhiasan, juga turut menopang harga.
Implikasi bagi Investor dan Masyarakat
Kenaikan harga emas ini memiliki implikasi yang berbeda bagi investor dan masyarakat. Bagi investor yang sudah memiliki emas, ini merupakan kabar baik karena nilai aset mereka meningkat. Namun, bagi calon investor, kenaikan harga emas dapat menjadi pertimbangan untuk menunda pembelian atau mencari alternatif investasi lain.
Sementara itu, bagi masyarakat umum, kenaikan harga emas dapat mempengaruhi harga perhiasan dan produk-produk lain yang menggunakan emas sebagai bahan baku. Hal ini dapat berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berencana membeli perhiasan untuk keperluan tertentu.
Prospek Harga Emas ke Depan
Analis pasar memprediksi bahwa harga emas akan terus berfluktuasi dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter bank sentral, dan sentimen pasar. Namun, dalam jangka panjang, emas tetap dianggap sebagai aset investasi yang menarik karena nilainya yang cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar dan melakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko. Pegadaian, sebagai salah satu lembaga keuangan yang menawarkan produk investasi emas, diharapkan dapat terus memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat agar mereka dapat membuat keputusan investasi yang tepat.




