Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan dukungannya terhadap pencak silat sebagai cabang olahraga yang layak dipertandingkan di Olimpiade. Pernyataan ini disampaikan dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) 2026, yang berlangsung di Jakarta pada hari Sabtu. Meskipun Prabowo tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI, ia berjanji akan terus memberikan dukungan penuh agar pencak silat dapat mewarnai panggung olahraga tertinggi dunia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan permohonan maafnya karena belum berhasil mewujudkan impian membawa pencak silat ke Olimpiade selama masa kepemimpinannya. Namun, ia optimistis bahwa penggantinya kelak akan mampu melanjutkan perjuangan ini dan meraih kesuksesan. Prabowo juga menyoroti berbagai capaian yang telah diraih oleh atlet pencak silat Indonesia di kancah internasional, yang telah mengharumkan nama bangsa melalui raihan medali perunggu, perak, dan emas.
Perjalanan Panjang Pencak Silat Menuju Pengakuan Internasional
Upaya untuk memperkenalkan pencak silat ke dunia internasional telah dilakukan sejak lama. Pencak silat, sebagai seni bela diri tradisional yang kaya akan nilai-nilai budaya, memiliki potensi besar untuk bersaing dengan cabang olahraga lainnya di Olimpiade. Namun, proses menuju pengakuan internasional tidaklah mudah.
Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain adalah standarisasi aturan pertandingan, pengembangan sistem pelatihan yang modern dan terukur, serta promosi yang efektif untuk meningkatkan popularitas pencak silat di berbagai negara. Selain itu, diperlukan dukungan kuat dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait untuk mewujudkan impian ini.
Menjaga Mutu dan Kemurnian Pencak Silat
Prabowo menekankan pentingnya menjaga mutu dan kemurnian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Ia meyakini bahwa jika pencak silat tetap dilestarikan dan dikembangkan dengan baik, maka akan semakin banyak orang dari berbagai negara yang tertarik untuk mempelajarinya. Hal ini telah terbukti dengan banyaknya atlet dari luar negeri yang datang ke Indonesia untuk belajar pencak silat.
Lebih lanjut, Prabowo menyinggung tentang risiko menjadi seorang guru ketika muridnya mampu mengalahkan dirinya. Ia mencontohkan bagaimana Indonesia pernah melatih atlet dari Vietnam dan Thailand, yang kemudian menjadi hebat dan bahkan mampu mengalahkan atlet Indonesia. Namun, menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari tugas seorang guru, yaitu untuk melahirkan generasi penerus yang lebih baik.
Munas XVI IPSI: Momentum Konsolidasi dan Perencanaan Strategis
Munas XVI IPSI 2026 merupakan momentum penting bagi organisasi untuk melakukan konsolidasi dan merumuskan rencana strategis ke depan. Agenda utama dalam Munas ini adalah pemilihan Ketua Umum PB IPSI periode 2026-2030. Selain itu, Munas juga membahas berbagai isu penting terkait pengembangan pencak silat, termasuk upaya untuk memperjuangkan pencak silat agar dapat dipertandingkan dalam Olimpiade 2028 yang akan berlangsung di Los Angeles, Amerika Serikat.
Harapan dan Tantangan Menuju Olimpiade 2028
Target untuk menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade pada tahun 2028 merupakan ambisi yang besar. Meskipun demikian, dengan kerja keras, dukungan penuh dari pemerintah dan seluruh stakeholder terkait, serta strategi yang tepat, bukan tidak mungkin impian ini dapat terwujud.
Tantangan yang dihadapi cukup kompleks, mulai dari meyakinkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) tentang kelayakan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade, hingga meningkatkan daya saing atlet pencak silat Indonesia di tingkat internasional. Namun, dengan semangat juang yang tinggi dan komitmen yang kuat, pencak silat memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan di Olimpiade.
Langkah Selanjutnya: Kerja Keras dan Kolaborasi
Setelah Munas XVI IPSI, langkah selanjutnya adalah melakukan kerja keras dan kolaborasi yang lebih intensif antara PB IPSI, pemerintah, dan seluruh stakeholder terkait. Diperlukan strategi yang komprehensif dan terukur untuk mencapai target Olimpiade 2028.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain adalah:
- Meningkatkan kualitas pelatihan atlet pencak silat.
- Mengembangkan sistem pertandingan yang modern dan profesional.
- Memperluas promosi pencak silat di tingkat internasional.
- Membangun kerjasama dengan negara-negara lain untuk mengembangkan pencak silat.
- Mendapatkan dukungan dari pemerintah dan pihak swasta.
Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, pencak silat memiliki peluang besar untuk mewarnai panggung Olimpiade dan mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia.




