Jaminan China kepada Trump: Tidak Akan Pasok Senjata ke Iran di Tengah Ketegangan

Washington D.C. – Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden China, Xi Jinping, telah memberikan jaminan langsung kepada mantan Presiden Amerika Serikat,…

Jaminan China Kepada Trump Tidak Akan Pasok Senjata Ke Iran Di Tengah Ketegangan

Washington D.C. – Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden China, Xi Jinping, telah memberikan jaminan langsung kepada mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Beijing tidak akan memasok senjata apapun ke Iran selama berlangsungnya konflik regional. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu.

“Presiden Xi meyakinkan Presiden Trump bahwa mereka tidak memasok senjata kepada Iran selama konflik berlangsung, dan jaminan tersebut disampaikan kepada presiden,” ujar Leavitt, menekankan pentingnya komitmen yang diberikan oleh pemimpin Tiongkok tersebut.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran internasional mengenai potensi eskalasi konflik yang lebih luas. Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri telah lama tegang, dan peran negara-negara lain dalam kawasan menjadi sorotan.

Peran China dalam Ekonomi Iran

Selain jaminan mengenai pasokan senjata, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut, menyoroti peran signifikan China dalam ekonomi Iran, khususnya dalam pembelian minyak. Bessent mengungkapkan bahwa China membeli lebih dari 90 persen minyak Iran, yang setara dengan sekitar delapan persen dari total kebutuhan energi China.

Ketergantungan Iran pada China sebagai pembeli minyak utama menjadikannya faktor penting dalam stabilitas ekonomi Iran, terutama di tengah sanksi internasional yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Ancaman Blokade Selat Hormuz

Menteri Keuangan Bessent juga menyinggung potensi dampak blokade di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang vital bagi pengiriman minyak global. Ia menyatakan bahwa blokade di Selat Hormuz dapat menghentikan sementara pembelian minyak mentah Iran oleh China.

Selat Hormuz merupakan jalur laut yang sangat penting, menghubungkan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global. Setiap gangguan terhadap lalu lintas pelayaran di selat ini dapat memiliki konsekuensi yang luas bagi ekonomi dunia.

Peringatan Sanksi terhadap Bank-Bank China

Dalam upaya untuk menekan Iran secara finansial, Kementerian Keuangan AS telah mengirimkan surat peringatan kepada dua bank China. Surat tersebut menyatakan bahwa bank-bank tersebut dapat dikenakan sanksi sekunder jika terbukti memfasilitasi aliran dana dari Iran.

“Dua bank China telah menerima surat dari Kementerian Keuangan AS. Saya tidak akan sebutkan nama banknya, tapi kami katakan pada mereka kalau terbukti ada uang Iran yang mengalir melalui rekening mereka, kami akan berikan mereka sanksi sekunder,” tegas Bessent.

Sanksi sekunder adalah langkah yang diambil oleh Amerika Serikat untuk menargetkan entitas yang melakukan bisnis dengan negara-negara yang terkena sanksi AS, seperti Iran. Kebijakan ini bertujuan untuk memutus akses Iran ke sistem keuangan global dan mengurangi kemampuannya untuk mendanai kegiatan yang dianggap mengancam keamanan internasional.

Implikasi Jaminan China

Jaminan yang diberikan oleh Presiden Xi Jinping kepada Presiden Trump memiliki implikasi penting bagi dinamika geopolitik di Timur Tengah. Komitmen China untuk tidak memasok senjata ke Iran dapat membantu meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Namun, peran China sebagai pembeli minyak utama Iran tetap menjadi isu yang kompleks. Amerika Serikat terus berupaya untuk menekan Iran secara ekonomi, dan peran China dalam ekonomi Iran menjadi penghalang bagi upaya tersebut.

Peringatan sanksi terhadap bank-bank China menunjukkan bahwa Amerika Serikat serius dalam menekan China untuk mengurangi keterlibatannya dengan ekonomi Iran. Bagaimana China akan merespons tekanan ini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah hubungan antara kedua negara di masa depan.

Situasi ini terus berkembang, dan dampaknya terhadap stabilitas regional dan global masih belum pasti. Dunia internasional akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat.

Artikel Disetujui Oleh
ReporterJumanto

Sorotan

Indonesia Tegaskan Ketahanan Fiskal Di Tengah Ketidakpastian Global Dalam Pertemuan Dengan Imf
Indonesia Tegaskan Ketahanan Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global dalam Pertemuan dengan IMF
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi fiskal yang kuat untuk menghadapi gejolak ekonomi global…
16 April 2026News
Polisi Bongkar Pabrik Gas N2o Ilegal Whip Pink Usut Jaringan Distribusi Nasional
Polisi Bongkar Pabrik Gas N2O Ilegal ‘Whip Pink’, Usut Jaringan Distribusi Nasional
Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap keberadaan sebuah pabrik yang secara ilegal memproduksi gas N2O…
15 April 2026News
Putin Undang Prabowo Ke Rusia Sinyal Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia Rusia
Putin Undang Prabowo ke Rusia: Sinyal Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi mengundang Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk kembali berkunjung ke Rusia pada Mei dan Juli…
15 April 2026News