Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto dijadwalkan untuk merayakan malam takbiran di Sumatera Utara dan menunaikan shalat Idul Fitri di Aceh pada Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengkonfirmasi rencana perjalanan Presiden terpilih ini pada hari Jumat, sebelum keberangkatannya dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Perjalanan Spiritual dan Simbol Kedekatan dengan Rakyat
Keputusan Prabowo untuk merayakan Idul Fitri di Sumatera Utara dan Aceh bukan hanya sekadar perjalanan rutin seorang kepala negara. Langkah ini dilihat sebagai simbol kedekatan dengan masyarakat di daerah, sekaligus menunjukkan perhatian terhadap keberagaman budaya dan tradisi di Indonesia. Sumatera Utara dan Aceh, sebagai dua provinsi dengan karakteristik unik, memiliki tempat tersendiri dalam peta budaya dan sejarah Indonesia. Kehadiran Prabowo di sana diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pemerintah pusat dan daerah.
Penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengumumkan hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, pada hari Kamis. Keputusan ini didasarkan pada hasil hisab dan laporan rukyatul hilal yang menunjukkan bahwa tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Meskipun demikian, sebagian umat Islam, khususnya dari kelompok Muhammadiyah, telah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada hari Jumat, 20 Maret 2026, mengikuti metode perhitungan yang berbeda. Perbedaan ini merupakan hal yang biasa terjadi dan menunjukkan keragaman pandangan dalam penentuan awal bulan Hijriah di kalangan umat Islam Indonesia. Pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan dalam merayakan hari raya.
Tradisi dan Makna Idul Fitri di Sumatera Utara dan Aceh
Perayaan Idul Fitri di Sumatera Utara dan Aceh memiliki ciri khas tersendiri. Di Sumatera Utara, masyarakat biasanya menyambut Idul Fitri dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, termasuk pawai takbiran dan tradisi halal bihalal. Sementara di Aceh, Idul Fitri dirayakan dengan meriah, dengan tradisi seperti Meugang, yaitu penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada masyarakat. Tradisi ini merupakan wujud syukur dan berbagi kebahagiaan di hari raya.
Kehadiran Presiden terpilih Prabowo Subianto di Aceh juga bertepatan dengan momentum penyaluran dana sebesar Rp72,75 miliar untuk tradisi Meugang. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Aceh dalam merayakan Idul Fitri dengan lebih meriah dan bermakna.
Harapan dan Pesan Persatuan
Perjalanan Prabowo Subianto untuk merayakan Idul Fitri di Sumatera Utara dan Aceh diharapkan dapat memberikan pesan persatuan dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, semangat Idul Fitri yang penuh dengan nilai-nilai keikhlasan, persaudaraan, dan saling memaafkan diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
Dengan merayakan Idul Fitri bersama masyarakat di berbagai daerah, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin yang dekat dengan rakyat dan memahami kebutuhan serta aspirasi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, serta mendorong pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia. Setelah rangkaian kegiatan di Sumatera Utara dan Aceh, Presiden terpilih dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan tugas-tugas kenegaraan.




